Ini Lho, Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Mal

Perbedaan zakat fitrah dan zakat mal. Dalam ajaran agama Islam, ada lima rukun Islam yang wajib diketahui dan dilaksanakan, salah satunya adalah menunaikan zakat. Zakat adalah bagian dari harta yang wajib dikeluarkan ketika sudah mencapai syarat. Adapun jenis zakat sendiri terbagi menjadi dua, yaitu zakat fitrah dan zakat mal. Apa bedanya? yuk, kita ulas.

Zakat Fitrah

Beras Zakat
Iustrasi Beras Zakat

Zakat fitrah merupakan upaya penyucian jiwa dan harta dengan cara mengeluarkan sebagian harta untuk diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya. Zakat ini juga merupakan penyempurna ibadah puasa pada bulan suci Ramadhan.

Zakat fitrah dikeluarkan pada akhir bulan Ramadhan hingga menjelang sholat Idul Fitri. Hal ini berdasarkan hadist dibawah

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda :

“Barangsiapa yang menunaikan zakat fitrah sebelum salat Id maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah salat Id maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah.” (HR. Abu Daud).

Di Indonesia, zakat fitrah biasanya ditunaikan dengan memberikan beras seberat 2,5 kilogram atau 3,5 liter per jiwa. Saat pemberian zakat fitrah, beras, atau bahan pokok lainnya harus sama baiknya dengan yang kita konsumsi setiap hari.

Adapun syarat menunaikan zakat fitrah adalah :

  1. Beragama Islam.
  2. Memiliki harta atau kebutuhan pokok yang lebih untuk dirinya sendiri dan keluarganya dalam kehidupan sehari-hari dan di saat Hari Raya Idulfitri.
  3. Ditunaikan dalam bulan Ramadhan.

Zakat Mal

Zakat Mal
Zakat Mal

Zakat mal adalah zakat yang dikeluarkan terkait harta yang dimiliki oleh seseorang dan telah memenuhi syarat untuk dikeluarkan zakatnya.

Menurut beberapa referensi ada beberapa jenis harta yang disepakati oleh para ulama wajib dikeluarkan dan ada pula beberapa jenis harta yang mereka perselisihkan.

Adapun jenis harta yang disepakati untuk dikeluarkan adalah hewan ternak, seperti unta, sapi dan kambing, emas dan perak, barang dagangan, barang temuan (rikaz), barang tambang, serta hasil pertanian berupa kurma, anggur, kedelai, dan gandum.

Untuk penunaian zakat mal dikenal istilah haul dan waqtul hashad. Haul secara bahasa artinya satu tahun. Artinya, zakat itu ditunaikan setahun sekali sejak kuantitasnya telah mencapai syarat.

Syarat untuk menunaikan zakat mal ini adalah sebagai berikut:

  1. Harta yang dimiliki dapat bertambah atau berkembang.
  2. Harta yang dimiliki merupakan kuasa penuh dan didapatkan dari usaha sendiri
  3. Memiliki kebutuhan pokok yang lebih.
  4. Cukup nisab.
  5. Bebas dari utang piutang.
  6. Berlaku satu tahun (ternak, barang simpanan, perniagaan).

Pembayaran atau pengeluaran zakat mal biasanya dilakukan berdasarkan kekayaan atau harta yang dimiliki dan zakat apa yang akan dilakukan, dihitung dengan 2,5 persen dikali dengan harta yang tersimpan selama satu tahun.

Baca juga : Macam-macam Puasa Wajib dan Sunnah

Semoga artikel ini bermanfaat dalam menentukan perbedaan zakat fitrah dan zakat mal.

Bagikan:

Tinggalkan komentar