Macam-macam Puasa Wajib dan Sunnah (Muslim)

Tepat pada hari selasa, 13 april 2021, umat muslim diseluruh belahan dunia memasuki hari pertama bulan Ramadhan 1442 H. Semoga puasa kita lancar sampai akhir, dan membuat kita menjadi pribadi-pribadi muslim yang lebih baik dari sebelumnya. Kali ini, kami akan membahas macam-macam puasa wajib dan sunah yang ada dalam ajaran Islam. Keluarga muslim harus tau, nih!

Pengertian puasa adalah menahan hawa nafsu dari terbit matahari sampai tenggelamnya matahari. Jadi, Puasa tidak hanya menahan makan dan minum, tapi juga menahan hawa nafsu seperti amarah dan hasrat seksual. Namun, tahukah kamu kalau puasa Ramadhan bukanlah satu-satunya puasa dalam ajaran Islam. Yuk, kita bahas satu persatu.

Puasa Wajib

Ramadhan
Ramadhan

Puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan merupakan jenis puasa yang paling dikenal karena puasa ini bersifat wajib selama sebulan penuh pada bulan Ramadhan bagi setiap umat Islam yang sudah baligh. Kewajiban melaksanakan ibadah puasa pada bulan Ramadhan terdapat dalam Al-Qur’an surat Al-baqarah ayat 183 dan Hadist nabi. Dan orang yang mengingkari kewajiban ini termasuk orang kafir. (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanabali)

Puasa Kifarat (denda)

Puasa kifarat merupakan puasa yang bertujuan untuk menghapus dosa yang telah dilakukan sehubungan dengan beberapa hal. Beberapa hal yang membuat kamu wajib puasa kifarat antara lain, sebagai pengganti puasa Ramadhan, melanggar sumpah atas nama Allah, kafarat dalam melakukan ibadah haji, membunuh binatang saat sedang ihram, kafarat karena berjima’ atau berhubungan badan suami istri di bulan Ramadhan.

Orang yang membatalkan puasa karena alasan syar’i, misalnya saat haid bagi muslimah atau bepergian jarak jauh (musafir), diwajibkan untuk meng-qadha puasa tersebut. (Hanafi, Malik, Syafi’i dan Hanabari)

Puasa Nazar

Nazar merupakan janji kepada Allah S.W.T untuk melakukan suatu kebaikan jika hajat seseorang tersebut terkabul, termasuk di dalamnya untuk berpuasa. Sehingga puasa Nazar ini berhukum wajib untuk dilaksanakan. Untuk waktu pelaksanaannya bisa kapanpun kecuali hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa (hari raya dan hari Tasyriq).

Puasa Sunnah

Puasa
Puasa

Puasa Senin Kamis

Sesuai namanya, puasa ini dilakukan rutin setiap hari senin dan kamis. Puasa ini berdasarkan sunnah nabi Muhammad SAW yang berbunyi “Seluruh amal perbuatan itu diangkat pada hari Senin dan Kamis, maka aku ingin saat amalku diangkat, aku sedang shaum.” (HR. Tirmidzi, An-Nassai dan Ibnu Majah).

Adapun pendapat lain yang mengatakan bahwa hari senin merupakan hari kelahiran Rasulullah, sedangkan hari kamis merupakan hari dimana AlQur’an pertama kali diturunkan. Sehingga nabi memerintahkan umatnya untuk melaksanakan puasa pada hari-hari tersebut.

Puasa Daud

Puasa ini merupakan puasa yang mempunyai nilai ibadah lebih dibandingkan dengan puasa-puasa sunnah lainnya. Sesuai dengan namanya, puasa Daud bertujuan untuk meneladani puasanya Nabi Daud As (sehari puasa, sehari tidak). Puasa jenis ini juga ternyata sangat disukai Allah SWT.

“Maka berpuasalah engkau sehari dan berbuka sehari, inilah (yang dinamakan) puasa Daud ‘alaihissalam dan ini adalah puasa yang paling afdhal. Lalu aku berkata, sesungguhnya aku mampu untuk puasa lebih dari itu, maka Nabi SAW berkata: “Tidak ada puasa yang lebih afdhal dari itu, ” (HR. Bukhari: 1840)

Puasa Syawal

Syawal merupakan nama bulan setelah bulan Ramadhan. Puasa Syawal adalah puasa yang bisa mulai dilakukan pada hari kedua bulan Syawal. Puasa ini dilakukan selama enam hari, bisa dilakukan berturut-turut ataupun tidak berurutan selama masih dalam bulan syawal

Rasulullah bersabda: “Keutamaan puasa ramadhan yang diiringi dengan puasa syawal ialah seperti orang yang berpuasa selama setahun (HR. Muslim).

Puasa Ayyamul Bidh

“Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Shaum hasan (yang baik) adalah shaum tiga hari pada setiap bulan.” (HR Nasa’i dan Ahmad)

Berdasarkan hadist tersebut di atas, umat Islam disunahkan untuk berpuasa minimal tiga kali dalam sebulan. Puasa ini diutamakan pada Ayyamul Bidh, yaitu pada hari ke 13, 14 dan 15 dalam bulan Hijriyah.

Ayyamul bidh mempunyai arti hari putih karena pada malam-malam tersebut bulan purnama bersinar dengan sinar rembulannya yang putih.

Puasa ‘Asyura

Puasa ini dilakukan pada bulan Muharram. Pada bulan ini, umat muslim disunnahkan untuk memperbanyak puasa sunnah, terutama pada tanggal 10 Muharram (hari Assyura).

Puasa Sya’ban (Nisfu Sya’ban)

Bulan lain yang juga memiliki keistimewaan tersendiri adalah bulan Sya’ban. Bulan kedelapan dalam kalender Hijriah ini merupakan satu dari empat bulan haram atau suci bagi umat Islam. Pada bulan ini, umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, salah satunya adalah puasa sebanyak-banyaknya pada awal hingga pertengahan bulan.

Puasa Tarwiyah

Puasa Tarwiyah adalah puasa yang dilaksanakan pada hari tarwiyah yakni tanggal 8 Dzulhijjah. Istilah tarwiyah sendiri berasal dari kata tarawwa yang berarti membawa bekal air. Hal tersebut karena pada hari itu, para jamaah haji membawa banyak bekal air zam-zam untuk persiapan arafah dan menuju Mina.

Puasa Arafah

Selesai puasa Tarwiyah, lanjut ke puasa Arafah yang jatuh sehari setelahnya, yaitu pada tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arafah). Puasa Arafah adalah jenis puasa sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji. Sedangkan bagi umat Islam yang sedang berhaji, tidak ada keutamaan untuk puasa pada hari Arafah.

Puasa ini memiliki keistimewaan yaitu bisa menghapuskan dosa-dosa kecil selama setahun sebelum dan sesudahnya (HR. Muslim).

Selamat berpuasa, teman-teman.

Bagikan:

Tinggalkan komentar